Standar

ukhuwah…..

hati mereka terpaud dalam belutan iman,

teratur dalam aturan islam,

mereka bersama-sama dalm perjuangan utk memperoleh redo Allah,

yg dengannya, timbul cinta, kasih sayang, dan saling mengasihi…….

hati mereka merasakan pedih dan luka perjuangan saudaranya,

yg denganya, muncullah sikap pengorbanan……….

cinta mereka abadi dalam penantian, hingga sampai waktunya istirahat,

canda tawa di surganya…….

^^

memang indah berukhuwah……..

Diam Itu Emas (Diam Aktif) by : K.H. Abdullah Gymnastiar

Standar

Dalam upaya mendewasakan diri kita, salah satu langkah awal yang harus kita pelajari adalah bagaimana menjadi pribadi yang berkemampuan dalam menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.“, hadits diriwayatkan oleh Bukhari.

1. Jenis-jenis Diam

Sesungguhnya diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada yang dengan diam jadi emas, tapi ada pula dengan diam malah menjadi masalah. Semuanya bergantung kepada niat, cara, situasi, juga kondisi pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam:

a. Diam Bodoh
Yaitu diam karena memang tidak tahu apa yang harus dikatakan. Hal ini bisa karena kekurangan ilmu pengetahuan dan ketidakmengertiannya, atau kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya. Namun diam ini jauh lebih baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.

b. Diam Malas
Diam jenis merupakan keburukan, karena diam pada saat orang memerlukan perkataannya, dia enggan berbicara karena merasa sedang tidak mood, tidak berselera atau malas.

c. Diam Sombong
Ini pun termasuk diam negatif karena dia bersikap diam berdasarkan anggapan bahwa orang yang diajak bicara tidak selevel dengannya.

d. Diam Khianat
Ini diamnya orang jahat karena dia diam untuk mencelakakan orang lain. Diam pada saat dibutuhkan kesaksian yang menyelamatkan adalah diam yang keji.

e. Diam Marah
Diam seperti ini ada baiknya dan adapula buruknya, baiknya adalah jah lebih terpelihara dari perkataan keji yang akan lebih memperkeruh suasana. Namun, buruknya adalah dia berniat bukan untuk mencari solusi tapi untuk memperlihatkan kemurkaannya, sehingga boleh jadi diamnya ini juga menambah masalah.

f. Diam Utama (Diam Aktif)
Yang dimaksud diam keutamaan adalah bersikap diam hasil dari pemikiran dan perenungan niat yang membuahkan keyakinan bahwa engan bersikap menahan diri (diam) maka akan menjadi maslahat lebih besardibanding dengan berbicara.

2. Keutaam Diam Aktif

a. Hemat Masalah
Dengan memilih diam aktif, kita akan menghemat kata-kata yang berpeluang menimbulkan masalah.

b. Hemat dari Dosa
Dengan diam aktif maka peluang tergelincir kata menjadi dosapun menipis, terhindar dari kesalahan kata yang menimbulkan kemurkaan Allah.

c. Hati Selalu Terjaga dan Tenang
Dengan diam aktif berarti hati akan terjaga dari riya, ujub, takabbur atau aneka penyakit hati lainnya yang akan mengeraskan dan mematikan hati kita.

d. Lebih Bijak
Dengan diam aktif berarti kita menjadi pesdengar dan pemerhati yang baik, diharapkan dalam menghadapi sesuatu persoalan, pemahamannya jauh lebih mendaam sehingga pengambilan keputusan pun jauh lebih bijak dan arif.

e. Hikmah Akan Muncul
Yang tak kalah pentingnya, orang yang mampu menahan diri dengan diam aktif adalah bercahayanya qolbu, memberikan ide dan gagasan yang cemerlang, hikmah tuntunan dari Allah swtakan menyelimuti hati, lisan, serta sikap dan perilakunya.

f. Lebih Berwibawa
Tanpa disadari, sikap dan penampilan orang yang diam aktif akan menimbulkan wibawa tersendiri. Orang akan menjadi lebih segan untuk mempermainkan atau meremehkan.

Selain itu, diam aktif merupakan upaya menahan diri dari beberapa hal, seperti:

  1. Diam dari perkataan dusta
  2. Diamdari perkataan sia-sia
  3. Diam dari komentar spontan dan celetukan
  4. Diam dari kata yang berlebihan
  5. Diam dari keluh kesah
  6. Diam dari niat riya dan ujub
  7. Diam dari kata yang menyakiti
  8. Diam dari sok tahu dan sok pintar

Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa berkata benar atau diam. Semoga pula Allah ridha hingga akhir hayat nanti, saat ajal menjemput, lisan ini diperkenankan untuk mengantar kepergian ruh kita dengan sebaik-baik perkataan yaitu kalimat tauhiid “laa ilaha illallah” puncak perkataan yang menghantarkan ke surga.

Harapan dan cita-cita

Standar

keluasan langit tlah mengerdilkan ku….

bumi yang ku pijak tak lain hanyalah titik kecil dalam galaksi nya….

bahkan kebesaran bintang tak lebih dari itu…

subhanallah maha karya sang khalid…

kecil dan sangat kecilnya driku….

ini mengingatkan ku dalam keterbatasan umur dan dunia nan fana…

sungguh tak sewajarnyalah di sia2 kan tuk kesenangan yng menjebak…

“lalu mengapa msh sja kau angkuh, bangga & sombong….?”

engkau siapa..?

orang kaya, rupawan, berjabatan..?

“aku hanya sekumpulan daging & darah…. tak berarti….

yang akan lemah dan kehilangan kesehatan…..

yang akan tertatih-tatih dan tak berdaya…..

yang akan tua & mati……… di kejar waktu…..!!!

tapi aku msih memiliki harapan dan cita2….”

“YA ALLAH….. HANYA SMUA KEMUDAHAN DARI-MU….

YA ALLAH…. KU MEMOHON PADA-MU DENGAN PENUH PENGHAMBAAN………

WUJUDKANLAH CITA-CITA DAN HARAPAN KU……..

SEBELUM WAKTU-MU MENEMUIKU………………………………………………………..”

“SETELAH WAKTU-MU MENEMUIKU….. TAK DA YNG KU CITA2KAN DAN HARAPKAN LAGI…

KECUALI, BERTEMU DENGAN-MU YA ALLAH,

DI SURGA NAN YNG PNUH KENIKMATAN…..”

doaku
harapan dan cita-cita